About Sex (Sex Education)

Tips : Mengantisipasi Andropouse

Posted on: Oktober 27, 2008


Kekhawatiran akan timbul mencuat ketika pria mulai memasuki usia paruh baya. Hal yang paling ditakuti adalah menurunnya kemampuan seks, terutama berkurangnya ereksi, sukar untuk terangsang, orgasme yang terlambat datang, menurunnya libido, serta pancaran sperma yang kurang deras. Selain gangguan fisik, datang pula perubahan psikis: sering cemas, takut terhadap masa depan, lekas tersinggung, tak sabar dan tak merasa berharga.

Inilah beberapa gejala dari apa yang disebut sebagai menopouse pria (male menopouse) atau disebut juga andropouse. Dari pengalaman, Dr. A Aubrey M Hill yang menulis buku The Male Menopouse, yakni sebagian besar lelaki usia senja mengalami menopouse pria. Keadaan itu umumnya dialami antara usia 40-60 tahun. Sekitar lima persen laki-laki mengalami menopause pria pada akhir usia 30-an, dan 10 persen mengalaminya di atas 60 tahun. Banyak dari mereka amat menderita karena perubahan fisik dan psikis yang dialami seiring pertambahan usia. Malangnya, sang penderita tak memiliki akses informasi yang diperlukan untuk memahami gejala yang mereka rasakan.

Masalah seks akan menjadi lebih berat ketika menurunnya kejantanan seorang pria. Mereka tak bisa menerima keadaan tersebut. Inilah masalahnya. Padahal, kendati sudah memasuki usia tua, bukan hal mustahil untuk berhubungan seksual dengan aman dan menyenangkan. Tipsnya adalah sepertidi bawah ini.

1. Kuatkan kepercayaan diri. Bukan solusi yang terbaik jika Anda mencari wanita penghibur atau wanita lain yang lebih muda, berdandan lagaknya orang muda dan rasa gelisah yang tak beralasan. Satu-satunya jalan terbaik adalah menerima dengan ikhlas memang sudah waktunya Anda menghadapi fase ini. Menopause pria bukanlah penyakit, namun sindroma seperti halnya pubertas atau menopause pada wanita. Itu semua merupakan tahapan alami yang terjadi pada kehidupan

2. Membuka dialog yang penuh pengertian dengan pasangan Anda. Jika masing-masing saling mengerti kondisi, semuanya jadi terasa mudah. Anda tak takut gagal, sehingga menghindari aktivitas seksual. Sementara sang istri juga tak perlu mengira suaminya ada main dengan wanita lain. Dialaog merupakan cara terbaik untuk mereduksi problem seks di usia senja. Lakukanlah di saat santai. Penting pula untuk dimengerti, kemampuan seksual tidak hilang dari kehidupan mereka kecuali memang disebabkan penyakit khusus. Yang diperlukan adalah mendefinisikan kembali makna seks di usia senja

3. Kenalilah daerah-daerah sensitif pasangan Anda dengan melakukan eksplorasi. Lakukan variasi-variasi seks yang lain agar tidak membosankan. Tapi tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Dan yang pasti, jangan sampai ada unsur paksaan dan terpaksa. Menurut Hill, lelaki usia senja seharusnya tak memaksa diri menjadikan dirinya sebagai mesin seks yang hebat. Anda cukup menjadi pencinta yang ulung.

4. Jangan tergiur obat kuat atau pemberian hormon testosteron. Hill meragukan efektivitas pemberian hormon itu. Menurutnya, hormon laki-laki masih terus diproduksi dalam jumlah cukup, bahkan sampai usia 90-an. Ini berbeda dari hormon estrogen pada wanita yang tak lagi diproduksi setelah menopause. Lebih baik Anda berkonsultasi pada dokter atau psikiater. (rs/ebrbagai sumber)

sumber gambar: getty images

Sumber: CBN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: