About Sex (Sex Education)

Tips: Sukses ML pada Malam Pertama

Posted on: September 26, 2009


Panduan Buat Pengantin Baru :
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Seks pada malam pertama setelah resmi menjadi pasangan suami-istri adalah fase pembuka kehidupan rumah tangga yang teramat penting. Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya jangan sampai Anda kecewa.

Hindari sedapat mungkin hal-hal yang bisa mengganggu kemesaraan Anda pada malam pertama sebagai pengantin baru.

Penulis buku 52 Saturday Nights, Elizabeth Lloyd, mengatakan bahwa seks itu penuh hiasan yang kadang memalukan dan mengesalkan. Persoalan kecil semacam itu terasa sering mengganggu saat kita tengah asyik menikmati cinta.

Hindari bau mulut

Selera bercinta sering bisa lenyap tiba-tiba bila tercium aroma tak sedap yang keluar dari mulut Anda. Sikat gigilah secara benar, berkumur-kumurlah dengan obat kumur yang memiliki aroma wangi, dan bila belum yakin juga hisaplah permen.

Mr Dick tiba-tiba loyo

Peristiwa ini sering dialami pengantin baru. Ketika libido sedang mendaki puncak, tiba si Mr Dick seperti kehilangan tenaga. Cenderung melemas dan tak berdaya ketika harus memasuki ‘pertahanan lawan’.

Perempuan sering menduga hal ini terjadi karena kurang stimuli pada pasangannya, Mrs V kekecilan, atau sang pria memiliki masalah medis.

Allan Lichtman M.D, seorang Profesor Ginekolog di USC, mengatakan persoalan situasional ini kerap terjadi karena si lelaki memiliki masalah pada masa lalu, seperti sering stres, perokok berat, kerap minum alkohol, atau meminum obat-obatan.

Bila peristiwa ini terjadi, sang perempuan diharapkan bisa menunda permainan dengan kata-kata mesra, sambil meremas sejumlah bagian sensitif tubuh pasangannya untuk menunjukkan bahwa selera bercintanya tidak tergoyahkan oleh ereksi yang terputus di tengah jalan.

Jadi pembimbing yang baik

Seringkali sang pria tidak mengetahui pasti daerah sensitif perempuan. Ketika sang pria sedang berusaha menjamah, beritahulah dia daerah mana saja yang Anda inginkan. Katakan dengan mesra seperti, “Tolong lebih ke atas sedikit, dong.”

Umpan balik verbal ini juga diperlukan apabila sang pria tak sengaja bertindak ‘kasar’. Beritahu ia dengan bisikan mesra bila sebuah stimulasi menyebabkan rasa sakit pada daerah sensitif Anda.

Atau sang perempuan bisa memberikan ‘perlawanan’ yang memadai, sehingga si pria tidak terlalu egois ketika menjejahi tubuh Anda. Sentuhlah pria pada sejumlah area yang membuatnya ‘terbang ke atas awan’.

Cara ini bisa meredam agresivitas sang pria, seraya memberikan isyarat tersirat bahwa sang perempuan juga berhak menjamah.

Nyeri tapi ingin lagi

Kebanyakan perempuan merasakan nyeri pada organ seksnya ketika ML dengan pasangannya. Sang pria harus cepat tanggap dengan kejadian ini. Mungkin hal itu terjadi karena kurang lubrikasi pada area sensitifnya, sementara sang pria tak sabar ingin penetrasi.

Bila hal ini terjadi, maka sang pria sebaiknya memperpanjang foreplay sambil melihat kemungkinan yang tepat untuk kembali penetrasi.

Terlalu terburu-buru

Biasanya pria kerap menggebu-gebu saat ML pertama kali dengan pasangannya. Bila pria sudah mencapai orgasme, ia akan berhenti lemas, sementara sang perempuan belum berkeringat sedikitpun.

Ejakulasi prematur kerap terjadi pada orang yang baru pertama kali ML. Jangan membuat si pria merasa bersalah. Tetapi mintalah ia tetap menyentuh Anda dengan tangan atau mulutnya sehingga Anda pun mencapai klimaks. Dengan demikian ia menjadi terhibur karena merasa telah melaksanakan ‘tugas’ dengan baik. [L1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: